Ada waktu-waktu tertentu yang sangat di istimewakan untuk senantiasa berdoa di saat tersebut, salah satunya dengan berdoa di waktu adzan dan iqomah yang memang sangat di anjurkan untuk di jadikan waktu tepat bagi seorang muslim di waktu tersebut. Bahkan berdoa di waktu itu termasuk pada waktu-waktu yang di ijabah dan di anjurkan untuk bisa di jadikannya sebagai sebuah amalan penting.

Diantara waktu mustajab doa ataupun saat-saat bakal di ijabahnya sebuah doa adalah ketika sebelum dan sesudah adzan, karena pada waktu tersebut merupakan waktu dimana panggilan untuk melaksanakan ibadah sholat mulai di dengungkan, sementara sholat sendiri merupakan rangkaian dari tata cara ibadah yang didalamnya terdapat beberapa doa yang sangat penting, untuk itulah berdoa ketika sebelum dan sesudah adzan dan iqomah tersebut merupakn waktu mustajab doa.

Meskipun secara umum berdoa itu tidak tergantungkan pada sebuah waktu ataupun tempat dalam artian dimanapun dan kapanpun selama sesuai dengan tata caranya, berdoa itu diperbolehkan bahkan di wajibkan. Namun diantara waktu dan tempat-tempat berdoa itu terdapat waktu dan tempat yang tempat untuk di ijabahnya sebuah doa. Salah satunya berdoa ketika sebelum dan doa sholat dhuha serta iqomah ini.

Dan tentunya ini secara pemaknaan dari sebuah perintahan bagi umat islam bisa dijadikan sebagai kesempatan terbaik untuk bisa meluangkan waktunya untuk berdoa pada waktu tersebut, Sebab selain jaminan yang pasti bahwa setiap doa akan terkabulkan, waktu tersebut juga merupakan salah satu bagian dari sunnah Baginda Rasululloh S.A.W yang selalu berdoa ketika adzan dan iqomah dikumandangkan.

Gambar Doa Setelah Adzan

Bahkan terdapat keterangan lain yang menyebutkan akan di sunnahkannya berdoa di waktu tersebut, sebagaimana yang telah di redaksikan pada kitab-kitab fiqih. Ataupun doa ketika mendengar adzan maghrib, subuh, dzuhur, ashar dan isya yang merupakan panggilan jiwa dari suara adzan paling merdu dan termerdu sebelum pelaksanaan dari cara kumandang adzan yang benar dari segi lafal, arti tulisan arab serta artinya, berikut dengan keterangannya seperti yang terdapat pada Kitab Syarah Al-mahalli (1/159) :

(وَ) يُسَنُّ (لِكُلٍّ) مِنْ الْمُؤَذِّنِ وَسَامِعِهِ (أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ فَرَاغِهِ) لِحَدِيثِ مُسْلِمٍ {إذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ} وَيُقَاسُ الْمُؤَذِّنُ عَلَى السَّامِعِ فِي الصَّلَاةِ (ثُمَّ) يَقُولُ: (اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته).

Artinya: “Di sunnahkan untuk setiap muadzin dan orang yang mendengar adzan tersebut yaitu membaca sholawat kepada Nabi sesudah beres adzan tersebut, dengan keterangannya ” Dimana-mana kalian semua mendengar seorang muadzin, maka kalian semua harus mengucapkan apa yang di serukan oleh muadzin tersebut selanjutnya membcakan sholawat kepadaKu (Nabi). Dan di qiyaskan pula orang yang mendengar adzan tersebut kepada seorang muadzin, yang selanjutnya harus mengucapkan doa ”

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته

Kitab I’anatu Al-tholibin:

(و) سن (لكل) من مؤذن ومقيم وسامعهما (أن يصلي) ويسلم (على النبي) (ص) (بعد فراغهما)، أي بعد فراغ كل منهما إن طال فصل بينهما، وإلا فيكفي لهما دعاء واحد.
(ثم) يقول كل منهم رافعا يديه: (اللهم رب هذه الدعوة) أي الاذان والاقامة، (إلى آخره).
تتمته: التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي وعدته

Artinya: ” Disunnatkan buat seorang muadzin, pribumi serta orang yang mendengar suara adzan untuk membacakan sholawat dan salam kepada Nabi sesudah selesai adzan tersebut. Jika panjang, maka pisahkanlah dan jika pendek maka cukup untuk berdoa saja sambil mengadahkan kedua tangannya seraya mengucapkan doa ”

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته

Dari adanya dua keteranagn tersebut, maka bisa diketahuo pasti bahwasannya doa yang di maksud setelah dan sebelum adzan dan iqomah itu adalah sebagai berikut:

Keterangan Do’a Mendengar Adzan

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca

Do’a Ketika Mendengar Adzan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”

Artinya: “Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Doa Sesudah/Setelah Iqomah

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

“Aqoomahalloohu Wa-adaamahaa Maadaamatis Samaawaatu Wal-Ardlu”
Artinya : “Semoga Allah menegakkan dan mengekalkan shalat selama masih ada langit dan bumi”.

Oleh sebab itulah kita sebagai umat muslim tentunya harus mengetahui betul doa setelah adzan dan iqomah dikumandangkan. Sebab selain menjadi sebuah seruan ataupun ajakan, Bacaan doa lafadz teks setelah adzan dan iqomah dan artinya merupakan hakikat sebuah doa bagi setiap muslim untuk bersegera melaksanakan perintahan sholat, maka dari itu laksanakan dan bersegaralah untuk menyambut kedatangan rahmat dariNya.



Sumber : http://www.santrimuda.com/doa-setelah-adzan/